Saatnya Berkendara Aman dan Menyenangkan

Sepeda motor adalah alat transportasi yang semakin banyak digunakan di Indonesia.

Yap, sepeda motor bisa menjadi pilihan yang praktis untuk membawa kita berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan cepat, murah dan efisien. Mengingat penduduk Indonesia yang padat dan kendaraan umum belum cukup memadahi, maka sepeda motor memberikan alternatif kendaraan pribadi yang lebih murah dibandingkan mobil. Model kendaraan roda dua ini pun bermacam-macam, jadi pengendara sepeda motor pun akan dapat tampil semakin stylish. Kalau nggak percaya, kamu bisa datang ke dealer Yamaha di dekat tempat tinggalmu dan silakan pilih sepeda motor yang pas buatmu. Tapi untuk bisa membawanya pulang, kamu harus menyiapkan pundi-pundi rupiahmu dulu ya.
Inilah penampilan si Vera, Vega R merah yang selalu menemaniku dalam terik dan hujan

Memang cukup mudah untuk bisa memiliki sepeda motor. Asalkan kita ada uang, bayar, dan sebuah sepeda motor keren ada di rumah kita. Apa semudah itu juga untuk mengendarainya? Bagi sebagian orang, belajar mengendarai motor sekali langsung bisa dan sudah berani mengendarainya di jalan raya. Padahal seharusnya, sebelum para pengendara motor ini melaju di jalanan, mereka harus dibekali dengan safety mind sehingga bisa mempraktikkan safety riding.

Satu catatan penting, orangtua seharusnya tidak mengizinkan anak-anak di bawah usia 17 tahun untuk mengendarai sepeda motor terutama di jalan raya. Itu bahaya sekali, lho. Secara fisik dan mental, sesungguhnya anak-anak di bawah 17 tahun belum siap untuk mengendarai kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor.

Jadi... sebenarnya apa sih, safety mind dan safety riding itu?

Nah, saya beruntung sekali dapat mengikuti event Yamaha pada tanggal 27 Desember 2016 kemarin dapat mengikuti event yang diselenggarakan oleh YRA (Yamaha Riding Academy) Jogja mengenai Safety Riding Education. Acara ini diadakan di Stadion Maguwo Jogja yang diikuti oleh para blogger dan vlogger. Di acara tersebut peserta mendapatkan penjelasan mengenai safety mind dan safety riding.

Instruktur YRA Jogja menjelaskan cara berkendara yang aman

Pengendara sepeda motor harus memiliki safety mind, yaitu pemikiran yang mengutamakan keselamatan diri sendiri dan keselamatan pengguna jalan lainnya, sehingga memunculkan perilaku safety riding yaitu berkendara dengan aman. Bisa dibayangkan kan, kalau setiap pengemudi memiliki safety mind, maka kecelakaan lalu lintas pun dapat dihindarkan.

Safety mind di antaranya adalah:

-   Menyiapkan kendaraan dalam keadaan “sehat”. Artinya, secara fisik sepeda motor layak dikendarai. Rajin-rajin servis dan cek spare part ya!

-     Saat berkendara, keadaan fisik dan psikis juga berpengaruh bagi keamanan berkendara. Kalau kamu lelah, sebaiknya istirahat dulu dan jangan memaksakan diri berkendara. Pun kalau kamu sedang galau habis diputusin pacar, menangislah dulu di sandaran sahabatmu sampai hatimu lega. Hihihi.

-         Pakai helm itu wajib hukumnya demi keselamatan kita. Helm yang standar ya, untuk keamanan diri sendiri. Harga helm enam ratus ribu itu murah, karena keselamatan kita lebih berharga.

-          Menaati rambu-rambu lalu lintas. Ya, jangan melanggar lampu merah, ah!

-     Jangan mendahului di jalang tikungan. Sebaiknya ngalah kalau ada tikungan. Ingat, jalan raya bukan arena balap. Kalau keduluan kendaraan lain memangnya kenapa? Toh kalau kita ada di paling depan nggak bakalan dapat medali emas. Iya, kan?

-     Selalu waspada kalau ada jalan rusak. Konsentrasi ya kalau lagi berkendara, jangan ngelamun. Soalnya kadang-kadang ada lubang di jalan. Tetap tenang dan segera kurangi kecepatan jika kamu berkendara di jalan yang rusak. Semoga kamu segera kembali ke jalan lurus dan jalan yang benar. Hihihi.

Nggak cuma teori lho yang kami dapatkan di acara YRA kemarin. Peserta juga mendapatkan pelatihan praktik berkendara.

Setelah pelatihan berkendara yang aman dari Yamaha Riding Academy Jogja, para blogger dan vlogger ini diharapkan dapat berkendara dengan aman dan menyenangkan, dan tentunya mengajakmu untuk dapat juga berkendara dengan aman.

Happy riding and take care, Guys!


Siap berkendara dengan senang dan aman



Hujan Untukmu

Sumber gambar di sini


"Akankah hujan datang?" Aku bertanya padamu yang berjalan mendahuluiku dengan kepala tertunduk, menyembunyikan wajah penuh minyak dan matamu yang sayu.

"Iya, tapi tidak hari ini," jawabmu tanpa melihat padaku.

"Kenapa?" Aku berteriak agar mendapat perhatianmu.

Kamu diam saja, tak mau berhenti melangkah. Ah, kamu memang selalu begitu.

Aku berlari berusaha menjajarimu. "Hei, mari kita berpura-pura kalau hujan akan datang hari ini!"

Kamu berhenti tiba-tiba sehingga aku menabrakmu, wajahku terbentur punggungmu. Kamu menoleh menatapku, dan matamu rasanya sedang berkata, “Kamu hanya akan menipu dirimu sendiri!” Lalu kamu melangkah lagi, berbelok ke kanan. Membiarkanku di belakang.

Cerita di Balik Novel: LARA

“Aku dapat merasakan bibirku menyunggingkan senyum. Senyum satire. Hatiku getir. Lidahku terasa pahit. Kupejamkan mata begitu erat hingga bulu-buku mataku basah oleh air mata.”

FreeTalk dengan penulis bisa dibaca di sini

Judul: Lara
Penulis: Sybill Affiat
Editor: Weka Swasti
Proof Reader: Herlina P. Dewi
Desain Cover: Theresia Rosary
Layout Isi: Sindy Fatika
Tebal: 234 halaman
ISBN: 978-602-7572-38-6
Penerbit: Stiletto Book

Blurb :

"L-a-r-a? Tolong aku?!"

Tampilan layar komputer memunculkan sosok perempuan yang berwajah putih pucat. Rambut panjang kusut masai menutup sebagian wajahnya yang semakin mendekat, hingga hanya tampak sepasang mata yang terus menatap dengan sorot dingin dan hampa. Lara menjerit sekencang-kencangnya dan menutup komputernya dengan sekali empasan.

Namaku Larashinta. Panggil aku Lara.

Aku benar-benar tak mampu lagi menyangkal perasaan aneh yang semakin berat menggelayuti hati dan pikiran. Aku merasa seperti mengambang dan tidak berada di dalam kehidupanku. Aku bahkan tidak bisa mengingat jadwal kuliah dan tugas-tugasku. Aku benar-benar terasing, seolah hidup sendirian di dunia ini. Aku tidak bisa bertemu dengan sahabat dan teman-temanku, aku juga tidak bisa mengobrol santai dengan Mbak Saras, kakakku.

Situasi ini membuatku frustrasi. Rasanya bagaikan berjalan di atas bumi yang kehilangan daya gravitasi. Segala usaha yang aku lakukan untuk menjejakkan kaki di atas daratan terasa sia-sia. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?



Mendapatkan kesempatan mengedit novel LARA yang ditulis oleh Mbak Sybill Affiat (aku menyukai novel Mbak Sybill sebelumnya,  Apartemen 666), merupakan kebahagiaan buatku. Yes, ini adalah cerita dengan genre favoritku. Dark drama. Apalagi cerita ini ternyata menyerempet ke misteri, dengan ketegangan yang juga diberikan oleh cerita horor. Perfect!


Behind The Book "THIS GUY IS MINE"





 Sinopsis bisa dibaca di sini

“Kita lihat aja ntar, siapa yang akan dipilih Bastian,” kata Sammy sengit.
“Elo mau saingan? Sama gue?” Raisa benar-benar tidak habis pikir. Bersaing dengan seorang gay? Yang benar saja!

Tiga hari sejak aku bekerja sebagai editor di penerbit buku Stiletto Book, email redaksi yang menjadi tanggung jawabku mendapatkan kiriman naskah dari Gunan Ariani, berjudul This Guy is Mine. Judulnya lucu, pikirku waktu itu. Aku segera mendata naskahnya dan masuk ke dalam daftar antrean evaluasi naskah. Yes, it’s very  long list. I’ll tell you something, membaca kiriman naskah dari para penulis dan mengambil keputusan apakah sampel 30 halaman naskah berpotensi untuk diterbitkan adalah pekerjaan yang menurutku keren banget (it’s a part of my dreams) sekaligus berat banget.

This is it! Tiba saatnya aku membaca sampel naskah This Guy is Mine. Paragraf pertama, aku menyukainya. Novel dibuka oleh percakapan dua sahabat perempuan, Raisa dan Oxcel, pada pagi hari di sebuah kantor. I love it. Energi mereka berdua sangat terasa. Dua halaman, aku mulai tahu kalau Raisa seorang desainer interior yang workaholic dan suka ngopi sebelum memulai aktivitasnya. Menarik. I damn love her character dan hei, aku tahu Raisa sedang menyukai salah seorang atasannya yang superganteng. Well, who doesn’t? 

Dongeng Kenyataan


Di sana di seberang pertokoan
Di sudut tembok pada  jalan raya menikung
Seorang gadis kecil tertidur

Sinar rembulan yang samar oleh lampu kota
Mengintip kedua tangan yang kurus
Menggenggam koin terakhir hari ini
Sebelum esok ia bernyanyi lagi dengan sumbang 
pada persimpangan jalan
di bawah terik matahari yang  angkuh
Untuk meneruskan kerasnya hidup

Apakah ada mimpi di dalam tidurnya?
Karena semua mimpi telah habis dibunuh dan dicuri
Hanya selembar jaket dari seorang asing yang menitipkan kasih
Melindunginya dari angin malam yang menjadi kekasihnya

Sebelum lelap ia berdoa tanpa rangkaian kata
karena ia tak mengerti tentang kata-kata 
Doanya bukanlah harapan agar hidup mengasihani
Apakah ia mengenal harapan?

Bulan bergeser, lampu kota padam
Gadis kecil itu tetap lelap di sana
Hingga esok hari dan esok datang lagi
Tak ada yang dapat membangunkannya
Dan tak ada mimpi yang mampu mengganggunya


Weka Swasti
Yogya, 27 Mei 2011