Dongeng Kenyataan


Di sana di seberang pertokoan
Di sudut tembok pada  jalan raya menikung
Seorang gadis kecil tertidur

Sinar rembulan yang samar oleh lampu kota
Mengintip kedua tangan yang kurus
Menggenggam koin terakhir hari ini
Sebelum esok ia bernyanyi lagi dengan sumbang 
pada persimpangan jalan
di bawah terik matahari yang  angkuh
Untuk meneruskan kerasnya hidup

Apakah ada mimpi di dalam tidurnya?
Karena semua mimpi telah habis dibunuh dan dicuri
Hanya selembar jaket dari seorang asing yang menitipkan kasih
Melindunginya dari angin malam yang menjadi kekasihnya

Sebelum lelap ia berdoa tanpa rangkaian kata
karena ia tak mengerti tentang kata-kata 
Doanya bukanlah harapan agar hidup mengasihani
Apakah ia mengenal harapan?

Bulan bergeser, lampu kota padam
Gadis kecil itu tetap lelap di sana
Hingga esok hari dan esok datang lagi
Tak ada yang dapat membangunkannya
Dan tak ada mimpi yang mampu mengganggunya


Weka Swasti
Yogya, 27 Mei 2011




Weka Swasti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram